Ketika usahamu tak juga di hiraukan, masih pantaskah kau memperjuangkan?
itu lah yang sekarang berkutat di pikiran ku. segala usaha telah aku lakukan untuk mendapatkan hatimu kembali. namun apa yang aku peroleh? no respon. bahkan melirik ku saja pun kau tak mau. seakan apa pun yang aku lakukan itu tak berarti dimata mu. ku akui aku hanya masa lalu mu yang tak berhak menuntut kepedulianmu. tapi bukan seperti ini juga cara mu menghempaskan aku. entah harus dengan cara apa lagi agar aku bisa mengembalikan hatimu? apakah harus guling-guling layaknya anak kecil yang menginginkan sesuatu?
tuan, tau kah kamu usaha yang telah aku lakukan untuk mendapatkan hatimu kembali?
tuan, tau kah kamu pengorbanan yang telah aku lakukan untuk merengkuh cintamu kembali?
aku tidak mengerti apakah kau menyadari usaha ku ini atau tidak. apakah kau hanya berpura-pura tidak sadar atau benar-benar tidak sadar. apakah kau hanya berpura-pura tidak peka atau memang tidak peka. entah lah, itu hanya kau yang tau.
tapi perlu kau tau, aku telah melakukan segala cara, aku telah berkorban banyak hal hanya demi merengkuh mu kembali. pengorbanan ini, penantian ini, ku harap tidak sia-sia.
taukah kau berapa lama aku menunggu? tidak. ku yakin kau tidak tau. bahkan aku pun lupa berapa lama aku menunggumu. aku tidak pernah menghitungnya. aku membiarkan waktu terus berjalan dengan mimpi-mimpi indah tentang mu yang ku bangun sendiri. walaupun aku tau itu tidak nyata, tapi aku tetap membiarkan mimpi itu terus menyelubungi hari-hari ku dalam penantian harap ku padamu. mimpi itu terus ku bangun sendirian, tanpa campur tangan mu.
taukah kau aku menunggumu dengan penuh harap? taukah kau aku menunggumu dengan linangan air mata? taukah kau aku menunggumu sendirian? taukah kau aku menunggumu dengan serius? taukah kau aku menunggumu dengan lelah?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar