kita sama ya? sama-sama pernah merasakan menyakiti dan di sakiti.
kita sama ya? sama-sama pernah bersama.
kita sama ya? sama-sama pernah merasakan mencintai dan di cintai.
kita sama ya? sama-sama pernah memiliki.
kita sama ya? sama-sama pernah merasakan melayang di udara, lalu terhempas dengan kuat ke tanah.
kita sama ya? sama-sama pernah mengikat janji di bawah langit.
kita sama ya? sama-sama pernah merajut kenangan indah.
kita sama ya? sama-sama pernah membangun mimpi seindah pelangi.
kita sama ya? sama-sama pernah menggenggam erat jemari-jemari indah yang enggan terlepas.
kita sama ya? sama-sama pernah memeluk kehangatan di dalam terpaan rintik-rintik hujan.
dan..
kita sama ya? sama-sama telah berpisah.
lihat, kita telah melalui banyak kesamaan. ideal bukan? lantas kenapa kesamaan kita berakhir dengan air mata?
tak bisakah kesamaan kita ini di pupuk untuk terus tumbuh menjadi pernikahan? ah, itu terlalu jauh. setidaknya untuk lebih lama saja lah.
tak ingin kah kau melihat kebahagiaan yang kita jalin berlangsung lebih lama? jika kau tanya aku, aku akan menjawab dengan cepat bahwa aku ingin sekali melihat hal itu. bagaimana dengan mu?
tak ingin kah kau menggali banyak kesamaan yang terdapat dalam diri kita? aku yakin pasti sangat banyak. seperti; kita sama-sama menyukai susu cokelat bukan? kita sama-sama menyukai Manchester United bukan? kita sama-sama mempunyai nomer belakang yang sama bukan? kita sama-sama mempunyai handphone dengan merek dan tipe yang sama bukan? kita sama-sama anak bungsu bukan? ku rasa masih banyak lagi yang belum kita gali. apakah kau tak ingin menggali kesamaan kita lebih dalam? ayo kita gali bersama kesamaan kita, lalu kita bangun bersama kebahagiaan kita. mau kah kau?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar