di mata ku sekarang, kau tak lain hanyalah sebuah bus yang berlalu lalang, datang dan pergi, singgah dan menetap; untuk mencari-cari keuntungan yang bisa kau dapatkan.
apa aku ini terlihat seperti payung di mata mu? yang hanya kau buka ketika cuaca terlihat mendung. yang rela membasahi tubuhnya demi membuat tubuh mu kering.
oh tuan, sungguh menjadi pelarian itu tak enak.
ku mohon jangan datang ketika kau hanya butuh hiburan. aku bukan ancol yang setiap saat dapat memberikan hiburan untuk mu.
ku mohon jangan datang ketika kau hanya butuh tempat curhat. aku bukan tempat sampah untuk segala uneg-uneg mu.
aku punya hati tuan.
kau tau sakitnya menjadi tempat persinggahan sementara? rasa sakit ini seakan ingin memecahkan otak ku. bagaimana tidak, aku dengan segala rasa kesal ku terhadap mu, tapi tak punya daya untuk mengabaikan orang seperti mu.
dari seseorang
yang tak ingin jadi
persinggahan sementara
0 komentar:
Posting Komentar