Sabtu, 16 November 2013

Long Distance

     distance is always cruel act on any beings who are making love.

sore itu langit tampak jingga merona.
sejuk, kalem, lembut, teduh, indah, yah mungkin seperti itu lah kurang lebih gambaran sore itu.
awan-awan berjalan beringingan. angin dengan lembutnya membelai apa saja yang ia lewati. burung-burung bernyanyi bersahut-sahutan dengan merdunya.
indah. sempurna.

aku dan kau berusaha menyelami keindahan itu berdua.
kita sama-sama menikmati indahnya buah karya tuhan yang tiada bandingannya itu.
kita sama-sama terhanyut dalam susana indah itu untuk beberapa saat.
sampai akhirnya pemandangan indah di atas kami mulai hilang karena kehadiran bulan yang mulai memancarkan sinarnya dengan lembut. itu tandanya malam sudah mulai menjelang.
kami memutuskan untuk beranjak dari stadion manahan menuju ke sebuah mall yang terletak di daerah solo.
kau dengan sabarnya menemani hoby shoping ku tanpa menggerutu sama sekali. kau mengikuti langkah kaki ku keluar masuk outlet untuk mencari barang-barang brand yang sedang in di kalangan anak muda saat ini. kau tidak pernah bosan saat ku tanyai mana yang lebih cocok untuk tubuh ku.
ku lihat kau mulai kelelahan. aku memandangi wajah mu yang mulai terlihat kusut karena seharian bepergian. aku tak pernah tega membiarkan wajah mu seperti itu. akhirnya ku putuskan untuk menyudahi hoby shoping ku ini.
karena berjam-jam memutari seluruh outlet yang ada di dalam mall tersebut, tak terasa rasa lapar sudah mulai menjalari seluruh tubuh ku. tapi ternyata tanpa ku ajak pun kau sudah mengerti keinginan ku untuk makan. kau mengajak ku makan di foodcourt yang terletak di lantai 4 mall tersebut. seperti biasa, kami selalu bingung jika di sediakan banyak menu makanan. sampai akhirnya kami memilih untuk makan steak di waroeng steak.
sembari menunggu makanan datang, kita berbicara banyak hal. mulai dari menceritakan pengalaman kita masing-masing sampai membicarakan orang yang berlalu lalang dengan gaya freak di depan meja kita.
pembicaraan kita bukanlah pembicaraan yang penting, bahkan terkesan hanya sekedar basa basi. tapi entah kenapa pembicaraan kita terasa sangat menarik bagi ku. bahkan rasanya aku tak ingin menghentikan pembicaraan kita kala itu.
jika waktu tak berjalan dengan cepat, mungkin aku dan kamu tidak akan menghentikan pembicaraan kita yang mulai mengalir dengan hangat.
tapi sayangnya waktu dengan kejamnya memutuskan pembicaraan kita yang sedang terlibat dalam topik yang sangat seru.
waktu menunjukan pukul sepuluh malam. itu tandanya aku harus pulang. pulang? kata-kata yang terasa sangat memuakan kala itu.
rindu ku yang telah ku pendam berbulan-bulan hanya terbayarkan selama beberapa jam saja. itu terasa sangat tidak adil.
yah, jarak memang selalu bertindak kejam pada setiap insan yang sedang memadu kasih.

0 komentar:

Posting Komentar

 

I write everything I feel Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template