Kamis, 14 November 2013

Pertemuan Kembali

aku mulai membuka lagi akun ku di media sosial setelah sekian lama di sibukan dengan segudang aktivitas ku sehingga aku tak lagi sempat membukanya.
akun ku rasanya sudah sangat usang, sudah sangat lapuk, sudah sangat tua karena tidak pernah aku buka.
hari ini, saat ku koneksikan laptop ku dengan modem, aku sama sekali tak berniat untuk membuka akun ku. jika tak mengingat ada tugas dari guru ku, mungkin aku tidak akan membukanya lagi.
setelah ku kejarkan semua tugas dari guru hingga tak tersisa, aku hampir saja akan me-sign out akun ku. tapi tiba-tiba ku lihat sebuah nama mu terpajang di sebelah kiri beranda ku. ah rasanya sudah lama sekali aku tak berhubungan dengan mu. sudah setahun ini kita kehilangan komunikasi.

aku dengan rasa penasaran yang menggebu-gebu mulai membuka profile mu. ku lihat apa saja yang telah kau tulis di akun mu. ku lihat foto apa saja yang telah kau post-kan di akun mu.
aku tak melihat banyak tulisan buah karya jari jemari mu di akun mu. yang ku lihat hanya foto-foto mu bersama teman-teman mu. di dalam foto itu kau terlihat sangat gembira menikmati hidup mu. di dalam foto itu juga kau tertawa lepas bersama teman-teman mu.
tanpa ku sadari aku tersenyum sendiri melihat foto-foto narsis mu.
entah kekuatan apa yang menggerakan tangan ku untuk menyapa mu.
ku kira kau masih sibuk seperti dulu sehingga tidak akan ada waktu untuk membalas pesan ku. tapi ternyata tak sampai setengah jam, kau sudah membalas pesan singkat ku.
setelah kejadian itu, kita mulai terlibat dalam percakapan-percakapan yang tidak penting tapi sangat ku rindukan.
ah, aku tak yakin apakah secepat itu kah rasa rindu ku muncul untuk mu.
semenjak percakapan kita kala itu, entah hanya perasaan ku atau memang itu faktanya, kita mulai menjadi semakin dekat.
hampir setiap malam, kau menjadi bagian dalam hari-hari ku.
hampir setiap malam, kau menjadi tawa yang membawa damai sebelum tidur malam ku.
indah sekali bukan?
aku tak menyangka sapaan ku akan membawa kita sampai titik ini. sampai titik dimana kita mulai saling merindukan.
ah tunggu, kita saling merindukan? apa benar kita mulai saling merindukan? atau mungkin hanya aku saja yang mulai merindukan mu?

dari seseorang
yang mulai merindukan mu
dalam setiap detiknya

0 komentar:

Posting Komentar

 

I write everything I feel Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template