Minggu, 10 November 2013

Perasaan Junior untuk Senior

pertama kali mengenal mu setahun lalu, aku tak pernah menyangka bahwa kita bisa berada sampai titik ini. awal ajaran baru, awal pertama kalinya aku menginjak kota solo dan bersekolah di sana, awal pertama kali pula aku mengenalmu.
juli, dua ribu dua belas, aku percaya tentang dunia yang berkonspirasi hanya untuk mempertemukan dua orang yang saling tak tahu dan tiba-tiba punya perasaan rindu.

awalnya kita tak saling kenal. hingga akhirnya kita di pertemukan melalui dunia maya ; jejaring sosial.
jumat kala itu, aku dengan asiknya sedang membuka-buka akun twitter ku. tidak ada yang spesial, pikir ku. semuanya terasa biasa saja, terasa membosankan. baru saja ingin ku tutup akun twitter ku, munculah nama mu di samping pojok kiri. foto narsis mu yang menggunakan sragam identitas sekolah ku membuat aku penasaran, mungkin kamu satu sekolah dengan ku. ku buka akun mu dan ku amati profile lengkap mu. ya, tidak salah lagi, kita bersekolah di tempat yang sama. mengetahui hal itu, segera ku sapa dirimu. sapaan polos yang tidak ada maksud tertentu. sungguh, kala itu aku hanya ingin sekedar menyapa mu sebagai teman satu sekolah. aku hanya ingin menambah teman untuk sekedar bercerita tentang apa saja yang telah ku alami selama di sekolah. aku hanya ingin bertukar informasi tentang sekolah yang baru saja aku masuki. sungguh, sapaan ku kala itu tak bermaksud apapun. aku tidak pernah menyangka apalagi berharap kita akan berada sampai titik ini. ini semua di luar kendali ku.
masih ingatkah kau apa yang pertama kali kita bicarakan? ah sudahlah, mungkin kau sudah lupa.
aku hanya ingin mengingatkan mu awal pertama kali kita berkenalan.
aku dengan sangat cerewetnya bercerita tentang keluh kesah ku dengan sekolah baru ku. kau dengan sabarnya menyemangati aku agar bertahan, agar tetap semangat menjalani hari-hari ku. awalnya perbincangan kita hanya berkutat pada hal seperti itu, tidak lebih, tidak spesial.
tapi entah lah, belakangan ini kita mulai sering bertegur sapa. kita mulai sering bertukar data-data lelah sepanjang hari yang telah kita lalui masing-masing. kita mulai sering bersenda gurau dengan di hiasi tawa renyah. kita mulai sering berkirim pesan singkat. kita mulai sering saling menyapa melalui sambungan telepon. bahkan belakangan ini, kita sering menghabiskan waktu bersama untuk menikmati indahnya kota solo.
aku mulai merasa nyaman dengan perkenalan kita ini, aku mulai merasa nyaman dengan perbincangan yang setiap malamnya kita lontarkan bersama.
entahlah, aku tidak mengerti perasaan seperti apa ini.
aku pun juga tak tahu, apa ini cinta atau hanya rasa nyaman yang terlalu berlebihan? apa ini mabuk kepayang atau ketertarikan sesaat?

dari adik kelas mu
yang mulai mengagumi setiap gerak gerik mu 

0 komentar:

Posting Komentar

 

I write everything I feel Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template